Sunday, April 28, 2024

Hari Puisi Nasional 2024, Hari Raya Puisi yang Getir Tanpa Joko Pinurbo


Penyair Joko Pinurbo atau yang akrab disapa Jokpin tutup usia pada Sabtu (27/4/2024) dalam usia 61 tahun akibat sakit yang dideritanya. Kabar ini membuat pilu bagi penikmat karyanya, termasuk aku.

Bagiku, Pak Jokpin melalui karyanya telah memberikan banyak hal baik, salah satunya nilai mata pelajaran bahasa indonesiaku yang selalu di atas 90 sejak bangku SMP. Karya-karya beliau membuat bahasa indonesia yang pintar dan lucu menjadi 1.000 kali lipat lebih menarik dari sebelumnya.

Ketertarikanku pada gaya penulisannya makin membuncah setelah masuk SMA. Teman-teman satu kelasku dulu mungkin ingat bahwa aku sampai hafal puisi Celana Ibu di luar kepala, dan sering membacakan karya-karya Pak Jokpin di waktu istirahat atau saat jam kosong.

Meskipun saat ini (Minggu, 28/4/2024) aku baru punya tiga buku beliau, aku sudah bisa merasakan bahwa warna tulisan Pak Jokpin ini unik. Beliau bisa membuat hal-hal yang sering kita lupakan padahal ada di sekitar kita, menjadi hidup dan lebih bermakna. Misalnya saja kata "Pemilu" dalam buku Salah Piknik. Ia berhasil membuat ironi yang menjadikan kita kembali berpikir soal Pemilu yang memilukan hanya sekadar untuk memilih "Pemilu".

Dalam puisi Celana Ibu, Pak Jokpin juga berhasil membuatku terkagum-kagum karena bisa menyibak sisi keibuan Tuhan. Meskipun ia menulis Celana Ibu sebagai cerita karangan yang dikaitkan dengan Paskah, tapi setelah memahami keseluruhan isi dan menafsirkannya, besar kemungkinan khususnya umat kristiani akan semakin mencintai Tuhannya.

Aku juga senang dengan permainan kata Pak Jokpin. Kepiawaiannya membolak balik kata untuk menciptakan makna menjadi warna tersendiri dalam karya-karyanya. Misalnya saja dalam cerpen "ini ibu budi" dalam buku Tak Ada Asu di Antara Kita. Ulasan lengkapnya sudah aku tulis dan dimuat di detikcom yang bisa dibaca dengan KLIK DI SINI.

Sekali waktu aku juga pernah bertemu dengan Pak Jokpin pada Jumat (23/2/2023) di Auditorium Soegondo Lantai 7, Gedung R. Soegondo, FIB UGM. Dalam acara yang bertajuk "Kuliah (Ora) Umum" itu, kita sama-sama membedah buku cerpen pertama (dan terakhir) Pak Jokpin berjudul Tak Ada Asu di Antara Kita.

Kalau tidak salah ingat, dalam acara itu Pak Jokpin mengatakan jika dirinya membuat buku cerpen karena perlu menggambarkan tokoh ceritanya secara lebih dalam, yang tidak mungkin dituangkan dalam puisi. Ia juga sempat berkelakar bahwa buku cerpen ini adalah sebuah eksperimen untuknya, kalau laris maka Mas Jokpin akan membuat buku cerpen selanjutnya.

Mas Jokpin juga menyampaikan tidak ada batasan untuk menafsirkan karyanya. Pembaca bebas mengeksplorasi karangan-karangannya sesuai dengan latar belakang dan keinginan mereka. Di acara itu sebenarnya banyak membahas hal-hal lain seperti prosa serta bentuk-bentuk karya sastra yang begitu luas. Tapi karena kapasitas memoriku yang cukup terbatas, jadi semua itu hanya mengalir begitu saja dari kuping kanan ke kuping kiri. Maaf ya, Pak Jokpin dan para dosen FIB UGM.

Ngomong-ngomong soal FIB dan sastra, Pak Jokpin juga salah satu pengarang yang membuat keinginanku menjadi sastrawan menggebu-gebu. Bahkan aku sempat berkuliah Sastra Inggris 2 semester karena obsesiku itu. Tapi setelah dipikir-pikir, tulisanku nggak bagus-bagus amat. Kalau dipaksa kuliah sastra terus lulus dan jadi penulis, belum karuan ada yang mau baca karya-karyaku.

Mental dan tulisanku tak sekuat Pak Jokpin. Jadi aku memutuskan untuk pindah kuliah ke jurusan jurnalistik yang masih sama-sama ada menulisnya. Tapi bedanya dengan sastra, setelah lulus dari jurnalistik setidaknya ada perusahaan yang mempekerjakanku sesuai dengan jurusan kuliah.

Warna tulisanku baik untuk media sosial maupun dalam jurnalistik selama ini juga banyak dipengaruhi oleh Pak Jokpin. Dulu, aku pikir menulis dengan bahasa yang ndakik-ndakik bisa membuatku terlihat lebih keren dan intelektual. Tapi setelah mengkhatamkan beberapa kitab puisi beliau, aku meyakini tulisan yang baik adalah tulisan yang paling sederhana namun bisa memberikan pembaca kemudahan pemahaman sekaligus makna yang mendalam.

Kemarin, hari ini, dan seterusnya, Joko Pinurbo akan tetap abadi dengan karya-karyanya. Aku yakin di luar sana pasti banyak juga orang-orang sepertiku, yang perlahan-lahan menemukan jalan hidupnya lewat karangan Pak Jokpin.

Pak Jokpin ini kan erat kaitannya dengan puisi, hari ini (Minggu, 28/4/2024) diperingati sebagai hari puisi loh. Harusnya ini menjadi hari raya bagi sang pencetus ibadah puisi, tapi Tuhan tidak berkehendak demikian. Beliau menuntaskan ibadah puisinya sehari sebelum hari raya.

Tahun-tahun berikutnya juga akan tetap sama, insan sastra akan merayakan hari raya puisi tanpa penulis celana tersebut. Kesedihan mendalam pasti sama-sama kita rasakan atas kepergian beliau. Maka sebagaimana kata Pak Jokpin bahwa amin yang terbuat dari iman akan membuat kita merasa aman, kita saat ini hanya bisa mendoakan beliau.

Aku juga teringat bahwa Pak Jokpin merupakan salah satu penggemar karya Pak Sapardi yang sudah lebih dahulu berpulang pada tahun 2020 silam. Mungkin Pak Jokpin sudah kepalang rindu dengan karya-karya baru Pak Sapardi yang diterbitkan di alam selanjutnya.

Entahlah, tapi besar kemungkinan Pak Jokpin lebih berbahagia di alam setelah dunia, kita saja yang bersedih karena ditinggalkan olehnya. Karena seperti kata Pak Jokpin, yang berduka dalam tralala, akan bersuka dalam trilili.

Selamat jalan Pak Jokpin,
Selamat Hari Raya Puisi.

Surabaya, 28 April 2024
Ardian Dwi Kurnia

Saturday, December 23, 2023

Penarikan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkar Kampus

              Upacara Penarikan KKN Tematik Diponegoro Lestari di Aula Kantor Kelurahan Tembalang (18/12)


Semarang - Senin (18/12) P2KKN Universitas Diponegoro (Undip) melakukan penarikan mahasiswanya dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkar Kampus dengan Tema “Penguatan Kelompok Warga untuk Mewujudkan Waduk Diponegoro Lestari”. KKN Tematik ini adalah program lanjutan dari KKN Tematik Lingkar Kampus sebelumnya yang bertemakan “Sungaiku Bersih Kampusku Asri”. Penarikan dilakukan oleh Dr. Adi Nugroho, M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tematik di Aula Kantor Kelurahan Tembalang, Kota Semarang. Dalam sambutannya, Adi menyampaikan terima kasih atas bantuan fasilitas yang diberikan oleh Staf Kelurahan Tembalang sehingga dapat memperlancar kegiatan KKN Tematik.


Turut hadir pula Lurah Tembalang, Asih Sri Windarti S. T. sebagai perwakilan dari Kelurahan Tembalang yang melepaskan 65 Mahasiswa Undip untuk diserahkan kembali pada pihak universitas. Asih mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang telah memperbaiki dan menjaga lingkungan khususnya Waduk Diponegoro. Ia juga meminta maaf apabila terdapat kekurangan selama membersamai mahasiswa dalam masa program.


Diwawancara terpisah, Wakil Koordinator program KKN, Ghoziy menyampaikan bahwa capaian Tim KKN Tematik Waduk Diponegoro Lestari sangat memuaskan dengan garis besar telah menyelesaikan empat program multidisiplin. Program yang dilaksanakan antara lain Sendang Pongangan, optimalisasi waduk, Komunitas Peduli Sungai, dan susur sungai. Hal ini tak lepas dari peran serta masyarakat yang turut aktif dalam menyukseskan program yang telah dirancang mahasiswa KKN Tematik Diponegoro Lestari.

“KPS itu komunitas peduli sungai, yang kita lanjutkan dari program tahun lalu yang sudah terbentuk koordinator-koordinatornya. Di susur sungai kita dibantu Prof. Sriyana, dosen Teknik Sipil dalam bidang ilmiahnya. Untuk di Sendang Pongangan itu, kami melakukan pengadaan pompa air dan toren supaya mata air (sendang) jadi lebih mudah digunakan warga. Satu lagi optimalisasi waduk, itu kami mengerjakan estetika dan keselamatan waduk, seperti melakukan pengadaan ring buoy, stiker-stiker keselamatan, dan denah lokasi peta,” terang Ghozy memaparkan empat program fokus yang telah dilaksanakan kelompoknya.

Sementara acara penarikan peserta telah dilakukan pada Senin (18/12) dan Kelompok Waduk Diponegoro telah menyelesaikan seluruh programnya pada hari Minggu (10/12), masih ada satu acara yang perlu mereka kerjakan kedepannya untuk menyelesaikan program KKN, yaitu expo gelar karya. Steven dan Ghozy menjelaskan bahwa acara tersebut berdasarkan usulan P2KKN, akan disatukan dengan KKN-KKN yang lain di bulan Januari sembari menunggu seluruh kelompok selesai melaksanakan programnya. Maka dari itu, kelompoknya menunggu program KKN yang lain selesai.

“Expo itu kayak puncak dari KKN, gitu, Kayak mono sama multinya kita tuh dipamerin, gitu. Kayak pameran satu KKN Tematik. Kira-kira exponya akan dilakukan di Januari tahun depan, sekitar (antara) minggu kedua dan minggu ketiga. Kita tinggal eksekusi aja, sih,” jelas Steven Aron.

“Harapan dari kita, (program KKN ini bisa) sustain, sih. (Semoga) nanti tahun depan juga ada KKN-KKN waduk (seperti kita) yang lain. Kita yang walaupun sudah berjalan, pasti ada bolong-bolongnya gitu, loh. Ya semoga bisa jadi lebih baik,” tutup Ghoziy.


KKN Tematik Lingkar Kampus adalah program pengabdian masyarakat dari Universitas Diponegoro yang menyasar masyarakat di sekitar daerah aliran sungai yang menuju ke Waduk Diponegoro Lestari dengan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia di wilayah tersebut agar terbangun semangatnya untuk merawat sungai dan lingkungan di sekitarnya agar semakin baik, bersih, dan asri.


KKN Tematik Lingkar Kampus yang dilaksanakan pada ini diikuti oleh 65 mahasiswa dengan rincian 22 Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, 17 Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis, 13 Mahasiswa Fakultas Teknik, 5 Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, 3 Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2 Mahasiswa Fakultas Hukum, 2 Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, dan 1 Mahasiswa Sekolah Vokasi.


Ardian Dwi Kurnia

Khizbulloh Huda

Friday, October 7, 2022

12:28:00 PM - No comments

Jika Bukan Aku

Jika memang bukan akulah orang yang kamu mau... Setidaknya namamu dan apa yang kurasakan padamu tlah abadi dalam puisi - puisiku... Mungkin nanti, di kehidupan berikutnya, kita akan bersama...

Wednesday, October 5, 2022

10:20:00 AM - No comments

Kelompok Studi Independen Parwetan Gelar Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi Ternak


Senin, 3 Oktober 2022, Banyumas – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Kelompok Studi Independen Parwetan mengadakan Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi atau Silase sebagai kegiatan lanjutan dari Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ternak Kambing. Satu bulan lalu, Kelompok Studi Independen Parwetan Banjarpanepen telah melaksanakan Pelatihan Manajemen Kesehatan Ternak di tempat yang sama. 

Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi atau Silase yang dilaksanakan di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas ini diikuti oleh 15 peternak baik peternak individu maupun perwakilan dari kelompok ternak yang ada di Desa Banjarpanepen. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman baik secara teoritis maupun praktis pada Pembuatan Pakan Ternak Awetan atau Silase.


Ardian Dwi Kurnia, Ketua Kelompok Studi Independen Parwetan mengatakan, materi yang diberikan di dalam kelas antara lain menjelaskan secara umum apa itu silase, manfaat silase, bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan silase, dan cara pembuatan silase. Kemudian, para peserta pelatihan langsung mengimplementasikan materi tersebut dengan praktik membuat pakan fermentasi/silase sebanyak 2 drum. 

Para peternak mengikuti pelatihan ini dengan sangat antusias. Sukito (47), salah satu peserta pelatihan menuturkan, dirinya sangat merasa sangat terbantu dengan diadakannya pelatihan ini. Beliau yang tadinya ragu-ragu untuk memelihara kambing dalam jumlah banyak karena khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan pakan dan nutrisi kambing dalam jumlah banyak karena keterbatasan tenaganya, kini beliau sudah yakin untuk menambah jumlah kambing yang ia ternak setelah mendapatkan pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi.


“Pelatihan pembuatan pakan fermentasi atau silase memiliki manfaat antara lain untuk mengawetkan pakan, menyediakan pakan tambahan, dan sebagai sumber pakan cadangan untuk ternak. Jadi nantinya, warga tidak lagi khawatir jika ingin meninggalkan ternaknya berhari-hari karena sudah memiliki pakan cadangan yang bisa digunakan sewaktu-waktu. Selain itu, pakan fermentasi ini juga memiliki nutrisi yang tinggi sehingga ternak yang dimiliki warga akan lebih gemuk dan sehat. Kami berharap setelah dilaksanakan pelatihan ini, masyarakat dapat lebih bersemangat untuk merawat dan menambah jumlah ternak mereka, sehingga taraf perekonomian mereka dapat meningkat.” Tutup Ardian. 

Pelatihan ini sekaligus menutup rangkaian Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ternak yang diadakan oleh Kelompok Studi Independen Parwetan Banjarpanepen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro. Setelah ini, warga akan didampingi oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Peternakan Kecamatan Sumpiuh dalam mengelola ternak mereka.





Thursday, November 25, 2021

5:51:00 PM - No comments

Rasa Cokelat Ini Tidak Lagi Sama




Nampaknya aku salah karena dulu terlalu sering menghadiahkanmu cokelat, dan kita tertawa-tawa sambil jari lentikmu menyuapkan kepingan cokelat ke dalam mulutku. Bahkan mungkin aku salah pernah sebegitunya mencintaimu. 

Rasa cokelat ini tak lagi sama, tak dapat lagi kulihat senyum manismu pada tiap kepingnya. Ini bukan hanya sekadar sebatang cokelat biasa, ada kenangan bersamamu yang tinggal bersamanya.