Wednesday, August 21, 2019

8:21:00 PM - , No comments

Tetaplah Menjadi Cinta yang Aku Kenal


Pada pagi yang dingin dan sejuk
Tetaplah menjadi gigil yang dirindukan
Pada hingar bingar kehidupan metropolitan
Tetaplah menjadi ambisi yang diburu

Pada senja yang tergelincir matahari diujungnya
Tetaplah menjadi jingga yang didamba
Pada malam yang berhias gemerlap bintang diatasnya
Tetaplah menjadi sunyi yang menenangkan

Pada senar senar yang terpetik dari gitar
Tetaplah merdu dalam akor yang beraturan
Dalam nada parau dimana senandungku penyebabnya
Lantunan terhadap keindahanmu tak akan bekesudahan

Sekali kali jangan kamu berubah
Aku belum mau berhenti bernyanyi sekarang
Biarlah semua mengalun harmonis
Dalam lima huruf yang biasa kita sebut sebagai CINTA

(21 Agustus 2019, Ardian Dwi Kurnia)

Sunday, August 18, 2019

Jika Amarah Mengubahmu Menjadi Pribadi yang Buruk, Maka Kamu Berhak Ditinggalkan



Memang cewek terkadang menyebalkan, tapi cowok jangan dong melampiaskan amarah seenaknya. Emangnya bener yang salah itu cewekmu? Barangkali cuma gara gara kamu posesif, hal hal remeh yang seharusnya gak jadi masalah malah bikin berantem.

Marah emang manusiawi, tapi jangan sampe bikin cewekmu sedih dong! Kalo kamu masih suka menyakiti perasaan bahkan fisik cewekmu, berarti kamu bukan cowok sejati. Padahal cewek itu ya harus dilindungi, bukan disakiti. Itu baru cowok sejati!

Daripada terus beralasan ‘khilaf’, lebih baik hindari ya hal hal dibawah ini sebelum kamu ditinggalin sama cewekmu.

1. Mengumbar Masalah di Depan Umum
Cowok kok marahin ceweknya di depan umum? Membentak-bentak sesuka hati, tanpa peduli mata-mata yang tertuju ke kalian berdua. Kenapa sih nggak bisa tahan emosinya sebentar saja dulu? Atau kenapa nggak diomongin baik-baik, jika memang ada masalah yang harus segera diselesaikan. Toh kalau cewekmu salah, tak perlu marah dan membentak sesuka hati, di depan umum pula.

2. Banting Banting Barang
Dikit-dikit banting dompet, buku, atau apapun yang ada di dekatmu saat emosi mulai meledak-ledak tak karuan. Lagipula apa keuntungannya membanting barang selain kepuasan emosi sesaat?! Sebagai cowok, kamu terlihat kekanakan sekali. Setiap ada masalah, bukan segera diobrolin baik-baik, malah banting-banting barang nggak jelas.

3. Membentak Bentak
Beberapa cewek ada yang menerima bentakan hanya dengan kesedihan belaka. Ada juga cewek yang tak terima dan membalasnya dengan emosi yang sama, tak peduli kalau berujung dengan pertengkaran yang hebat. Tapi kami sebenarnya lebih berharap cowok bisa berbicara baik-baik, tak perlu bentak-membentak. Bukannya masalah akan lebih ringan kalau saja dihadapi dengan sikap yang lebih dewasa.

4. Mengancam
Kamu cowok atau debt collector sih? Kok pakai ada acara ancam-mengancam segala. Apa cowok pikir dengan mengancam, cewek akan segan denganmu dan mau nurut-nurut saja? Mungkin sebagian cewek yang sudah kepalang sayang akan menerima intimidasi itu dengan anggukan kepala saja. tapi ada juga dari kami yang merasa, kamu justru tak patut untuk dihargai.

5. Main Tangan
PLAK! Tiba-tiba tanganmu yang berat mendarat dengan ringan di pipi lembut cewekmu sendiri. Membuat kata sayang yang kamu sering umbar lenyap saat itu juga, dari pikiran cewekmu yang menahan sakit dan malu baik di wajah maupun hatinya.
Kamu sendiri seperti orang lupa diri, kamu itu siapa? Kok berani menampar seseorang yang masih jadi pacar. Orangtua yang melahirkannya saja tak sampai hati untuk memukulnya atau mungkin membentaknya pula. Tapi kamu yang cuma pacar, malah berlaku kasar dengan seenaknya. Apa iya tamparanmu ini bisa menyelesaikan masalah kalian juga? Bukannya yang ada justru timbul masalah baru?

6. Memanggilnya dengan Hinaan
Ada yang lebih kurang ajar lagi dari sebuah tamparan, apalagi kalau bukan julukan-julukan kasar yang layaknya belati. Tak hanya mengiris telinga, tapi juga hati. Ke mana panggilan sayang selama ini kamu gunakan setiap waktu? Masa panggilan sayang cuma berlaku saat Bahagia? Giliran ada masalah, isi kebun binatang sampai variasi julukan pelacur kamu sematkan buatnya.

Cewek itu sudah seharusnya dilindungi oleh cowok. Bukan malah diperlakukan seenaknya, seperti membentak atau memukul. Kalaupun marah, apa susahnya menahan sedikit amarah. Toh bentakan, makian, atau pukulan tak juga bisa menyelesaikan masalah yang ada di hubungan. Malah kekesalan yang meluap-luap ini justru memunculkan kesalahpahaman baru, mengingat tak semua cewek akan tinggal diam jika diperlakukan kasar.

Kalo kamu masih punya sikap seperti di atas, jangan marah marah ya kalo cewekmu ninggalin kamu. Daripada dia terus terusan sakit hati dan pikiran kan?

Kepada Kamu dengan Penuh Kebencian


Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?

Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu..., tapi tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, "Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common," harus dimentahkan oleh hati yang berkata, "Jangan hiraukan logikamu."

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan...

Aku takut sendirian.


(disadur dari blog milik Raditya Dika)

Sunday, August 11, 2019

Berangkat Sekolah 1 Bulan Penuh


Hai semuanya, sebelumnya Selamat Hari Raya Idul Adha yaa (karena entri ini aku terbitin saat Idul Adha). Btw semoga aku gak tambah lebar gara gara banyak makan daging hehe...

Aku seneng banget nih akhirnya selama lebih dari 2 tahun di SMA, aku bisa berangkat sekolah selama satu bulan penuh (udah kaya puasa aja hehe). Pasti banyak yang heran, "apa istimewanya sih?". Jelas istimewa banget dong buat aku.

Berangkat dari siswa pindahan yang males banget berangkat sekolah (karena beban PR, guru yang gak nyenengin, dan tanggungjawab organisasi), aku akhirnya memutuskan buat jadiin kelas 12 ini adalah titik balik kehidupan SMAku ini. Meskipun aku belum bisa belajar intensif buat UN atau buat tes perguruan tinggi, seenggaknya aku bisa ngalahin rasa malesku ini.

Terlepas dari itu, aku juga udah diawasi oleh pihak sekolah soalnya terlalu sering gak berangkat. Tapi aku kalo gak berangkat gak pernah berturut turut sih, biasanya seminggu sekali atau dua kali. Dan aku juga gak mau orang tuaku sedih karena kelakuanku ini, apalagi orang tuaku semuanya guru.

Semoga kedepannya aku tetep rajin berangkat (aamiin), dan mulai bisa belajar buat belajar hehe. Semoga temen temen pembaca gak sering bolos ya. Sumpah rasanya gak tenang banget. Sekarang rasanya lebih tenang, semales apapun sama pelajarannya tetep berangkat aja, lagipula dikelas kan bisa tidur hehe.

Mungkin itu aja yang bisa aku ceritain ke kalian, makasih ya udah mau baca diary diary konyolku :D